Langsung ke konten utama

Review Film


Review a Film “City of Ghost”

Film City of Ghost adalah sebuah film dokumenter yang menggambarkan keadaan suatu wilayah di Suriah Timur, tepatnya wilayah Raqqa. Suatu wilayah yang pada masa sebelumnya merupakan wilayah yang kehidupan sehari-harinya penuh dengan canda tawa bahagia, nyaman, aman dan tentram, tanpa ada yang membuatnya ketakutan. Namun pada suatu ketika, tepatnya pada bulan Juli tahun 2014, muncullah suatu aliran radikal, yakni ISIS, yang kemudian merubah kehidupan di Raqqa menjadi kehidupan yang kacau dan tidak ada kenyamanan.
Kehidupan yang semula berjalan normal, menjadi tidak beraturan, fasilitas-fasilitas umum diberhentikan, mulai dari sekolah-sekolah atau tempat pendidikan lainnya, rumah sakit, restoran, tempat peribadatan, dan juga fasilitas-fasilitas lainnya. Yang ada kegiatan sehari-hari hanyalah melihat beberapa diantara warga yang tidak sepemahaman dengan menentang aliran tersebut dieksekusi mati dengan tidak hormat, baik itu dipenggal kepalanya, ataupun ditembaki.
Dengan situasi dan kondisi tersebut, maka virus kekerasan menjadi bertebaran di mana-mana. Bahkan tidak jarang anak-anak usia dini mempraktikkan seperti apa yang kelompok keras itu praktikkan, sekalipun anak-anak itu hanya main-main saja, namun ideologi kekerasan seperti halnya demikian sudah tertanam dan bahkan sudah menjamur dalam otak anak-anak tersebut. Oleh karenanya dalam film tersebut digambarkan seorang guru yang bernama Naji Jerf, yang mana terus mendidik anak-anak untuk tetap mengenyam pendidikan sebagaimana msetinya, mengawasi anak-anak tersbut supaya tidak terdokrin dengan aliran tersebut.
Kemudian setelah beberapa waktu dari kekacauan tersebut, muncullah inisiatif dari sekelompok wartawan atau jurnalis yang menamakan dirinya dengan sebutan Slaughtered Silently yang dipelopori oleh Abdul Aziz. Yang mana kelompok tersebut terdiri beberapa orang yang bisa dikatakan sebagai pemberani, untuk mencoba mendokumentasikan jalannya kehidupan di wilayah Raqqa pada saat itu secara diam-diam, tanpa ada yang mengetahuinya kecuali orang-orang yang berada dalam kelompok tersebut. Mereka menyamar sebagai yang tidak kontra terhadap isis, kendatipun demikian, mereka tetap kesulitan dalam mencari atau mendokumentasikan kehidupan di wilayah tersebut, karena mereka harus menyembunyikan kamera atau alat dokumentasi lainnya.
Setelah melakukan pengambilan video dokumentasi, maka beberapa dari orang-orang pemberani tersebut mengungsi di ke dua negara yang berbeda, yakni di Jerman dan Turki, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Di dua negara tersebut mereka memposting video-video dokumentasi tersebut melalui media massa Facebook. Dengan tujuan untuk mengumumkan, memberitkan, mewartakan kepada warga dunia, bahwa keadaan di Suriah demikian adanya.
Dengan maraknya video-video tersebut, isis tidak tinggal diam dengan membiarkan kelompok tersebut berkembang, melainkan mengancam keluarganya serta merusak rumah dari beberapa jurnalis tersebut. Bahkan suatu ketika ada video yang dikirim ke Slaughtered Silently, yang memperlihatkan ayah dari salah satu jurnalis tersebut dibunuh. Bukan hanya itu, seorang guru, Naji Jerf di bunuh dengan tragis di wilayah Turki. Pun dengan Motaz, salah satu wartawan dari Slaughtered Silently.
Dengan keadaan tersebut, pada akhirnya para jurnalis yang masih tersisa gemetar ketakutan, serasa dunia ini sempit untuk berlindung. Namun setidaknya mereka telah berani menyuarakan kepada dunia, apa yang terjadi di wilayah Suriah teresebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hermeneutika Khaled M. Abou El Fadl

Hermeneutika Khaled M. Abou El Fadl BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Al-Qur’an, kalam Allah SWT yang mana merupakan mukjizat yang langsung diwahyukan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW., yakni sebagai petunjuk untuk kebahagiaan manusia di dunia maupun di akhirat, dan membacanya merupakan suatu ibadah. Untuk memahami al-Qur’an sendiri, dibutuhkan penafsiran terhadap ayat-ayat yang kurang dipahami maksudnya. Dan tentunya penafsiranpun membutuhkan metode sebagai sarana untuk menuju pemahaman tersebut. Salah satu metode yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan adalah hermeneutika. Penafsiran al-Quran dengan menggunakan metode hermeneutika belakangan ini mulai digemari oleh sebagian kalangan pemikir modernis, neo-modernis, atau post-modernis. Mereka menganggap bahwa metode ini sangat layak untuk menjawab isu kontemporer saat ini, karena mereka menilai bahwa ilmu tafsir yang selama ini dijadikan acuan dalam memahami al-Quran, ternyata memiliki be...

Tafsir Surat al-Qalam

Tafsir Surat al-Qalam ayat 07 Oleh Muhammad Muzammil : إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ “Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.” 1. Arti Kosa Kata Kata أعلم dalam Lisanul 'Arab disebut dengan أفعل التفضيل yakni yang menyimpan makna pengagungan terhadap Tuhan seba...