Langsung ke konten utama

Tafsir Surat al-Qalam

Tafsir Surat al-Qalam ayat 07
Oleh Muhammad Muzammil :

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Tuhanmu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.”

1. Arti Kosa Kata
Kata أعلم dalam Lisanul 'Arab disebut dengan أفعل التفضيل yakni yang menyimpan makna pengagungan terhadap Tuhan sebagai yang paling mengetahui dari apa dan siapapun.

Kata ضل merupakan فعل ثﻻثى ﻻزم متعد بحرف yang memiliki makna sesat, yang mana dalam ayat tersebut dimaksudkan sebagai orang yang tersesat dari jalan Allah.

Kata المهتدين merupakan isim fa'il dari اهتدى dalam ayat tersebut maksudnya adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

2. Munasabah Ayat
Ayat ini berhubungan dengan ayat 26 dalam surat yang sama. Yang mana pada ayat tersebut menggambarkan orang-orang yang telah menuduh Nabi Muhammad sebagai orang gila dan sesat itu, menyadari akan kesesatannya sendiri. Karena seperti yang telah dijelaskan dalam ayat 7, bahwasanya hanya Allah lah yang kuasa atas siapa yang Dia kehendaki untuk disesatkan.

3. Pandangan Mufassir
Dalam tafsir al-Maraghi karya Imam Musthafa al-Maraghi, beliau menafsirkan, bahwasanya Allah adalah yang paling mengetahui siapa yang menyimpang dari jalan lurus yang dapat menyampaikan kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan siapa yang merangkak tersesat, sehingga tidak dapat membedakan mana yang manfaat dan mana yang mudharat, bahkan menganggap manfaat sebagai mudharat, dan menganggap mudharat sebagai manfaat. Beliau pun menegaskan bahwasanya Allah juga lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk jalan-Nya, memperoleh segala yang dituntut, dan selamat dari segala ancaman yang diperingatkan. Dengan perbuatannya tersebut, maka mereka akan mendapat balasannya masing-masing.

4. Pandangan Penulis
Dalam ayat tersebut, Allah memberikan pembelaan penuh terhadap Rasulullah SAW. dengan memberitahunya bahwa tidak ada sekecil apapun yang mengindikasikan Rasulullah itu sesat dari jalan Allah. Yakni dengan mewartakan bahwasanya hanya Dia-lah yang memiliki kuasa atas siapa yang ia kehendaki untuk tersesat, dan bahkan gila (hilang akal) sekalipun.
Begitupun dengan penentuan siapa saja yang mendapat petunjuk yang lurus dari-Nya.

Semoga Bermanfaat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hermeneutika Khaled M. Abou El Fadl

Hermeneutika Khaled M. Abou El Fadl BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Al-Qur’an, kalam Allah SWT yang mana merupakan mukjizat yang langsung diwahyukan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW., yakni sebagai petunjuk untuk kebahagiaan manusia di dunia maupun di akhirat, dan membacanya merupakan suatu ibadah. Untuk memahami al-Qur’an sendiri, dibutuhkan penafsiran terhadap ayat-ayat yang kurang dipahami maksudnya. Dan tentunya penafsiranpun membutuhkan metode sebagai sarana untuk menuju pemahaman tersebut. Salah satu metode yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan adalah hermeneutika. Penafsiran al-Quran dengan menggunakan metode hermeneutika belakangan ini mulai digemari oleh sebagian kalangan pemikir modernis, neo-modernis, atau post-modernis. Mereka menganggap bahwa metode ini sangat layak untuk menjawab isu kontemporer saat ini, karena mereka menilai bahwa ilmu tafsir yang selama ini dijadikan acuan dalam memahami al-Quran, ternyata memiliki be...